by

Semangat Mahasiswa STKIP Nurul Huda Meningkatklan Mutu Pembelajaran di Era Covid 19

SUMSEL.NEWS – Pendidikan – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) STKIP Nurul Huda ke-XVII, dilaksanakan ditengah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat mahasiswa untuk ikut serta melakukan pengabdian di tengah masyarakat. Hal ini ditunjukkan oleh kelompok KKN PPDC 17, yang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, OKU Timur.

Ketua STKIP Nurul Huda, H. Imam Rodin, S.Ag, M.Pd dalam sambutannya pada saat pelepasan mahasiswa KKN, berpesan bahwa yang paling penting jadikan Kehadiran mahasiswa STKIP Nurul Huda bermakna bagi masyarakat. Pesan ini menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa STKIP untuk melaksanakan program KKN meskipun ditengah kondisi pandemi Covid-19.

Ketua KKN PPDC 17 STKIP Nurul Huda Haresda Varrentine Rohim, mengatakan tetap bersemangat merealisasikan program kerja unggulan yang sudah dicanangkan di awal kegiatan KKN dengan melakukan kerjasama dengan pendidik (guru) siswa, dan orang tuasiswa untuk melakukan pendampingan terhadap pelaksanaan pembelajaran daring untuk mencegah terjadinya Learning Loss dan tetap menjaga mutu pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Learning loss merupakan hilangnya kesempatan belajar karena berkurangnya intensitas interkasi dengan guru saat proses pembelajaran yang mengakibatkanpenurunan penguasaan kompetensi peserta didik.

Berbagai program kerja unggulan sudah berhasil dilaksanakan oleh kelompok PPDC 17, termasuk diantaranya adalah mengadakan kegiatan sosialisasi kepada orang tua dalam mendampingi anak-anak selama pembelajaran daring serta membuat group virtual konsultasi tentang perkembangan belajar siswa, mengadakan pelatihan peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran yang cocok dengan kebutuhan pembelajaran daring, dan membuat group bimbingan belajar gratis untuk siswa.

Ia, beserta anggota kelompok PPDC 17 mendapatkan respons dan penerimaan yang sangat antusias dari guru, siswa dan orang tua siswa dalam merealisasikan program unggulan kelompok PPDC 17.

Selain tiga program kerja itu, kelompok PPDC 17 juga melakukan kegiatan-kegiatan sosial lainnya seperti memberikan bahan makanan untuk masyarakat yang sedang isoman (isolasi mandiri), membagikan tanaman obat seperti (jahe,kunyit,sereh) untuk ditanam di pekarangan rumah, membersihkan masjid, senam pagi bersama warga Desa Srikaton untuk menjaga kesehatan tubuh.

“Semoga wabah Covid-19 dapat segera berlalu dan aktivitas bisa berjalan normal seperti semula,” Kata ketua kelompok 17 ini.

Muhammad Agus Sholeh salah seorang guru yang mengikuti pelatihan menyebutkan pelatihan pemanfaatan media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran daring sangat membantunya dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih efektif dan efisien untuk pembelajaran daring.

Hal sama disampaikan Junaidi, orang tua siswa yang merasakan langsung program layanan konsultasi perkembangan belajar siswa, dan bimbingan belajar untuk siswa memberikan respon baik.

“Layanan konsultasi perkembangan belajar dan bimbingan belajar dapat membantu saya untuk mengetahui perkembangan belajar anak saya di masa pandemi” ucapnya. Ril/apen

Comment