by

Pupuk Langka, Vindo : Sejak Awal Sudah Mewanti-wanti

Sumsel.news – OKU Timur – Terkait kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten OKU Timur, ini kata Anggota DPRD Kabupaten OKU Timur. Bahwa pihaknya sudah mengingatkan agar petani jangan sampai kesulitan mendapatkan pupuk dalam mengelola lahan pertanian. Senin 18 Januari 2021.

Menurut Vindo Faisal Anugrah SH, Anggota DPRD Kabupaten OKU Timur, ketika dikonfirmasi apakah pihaknya mengetahui kelangkaan pupuk subsidi di Kabupaten OKU Timur, sejak akhir tahun lalu. Bahwa pihaknya sudah menyoroti dan menuangkan dalam pandangan Fraksi-fraksi di DPRD dan sudah melakukan pengecekan terhadap gudang.

“Itu sudah kita tuangkan dalam pandangan Fraksi-fraksi dalam rapat paripurna, serta sudah mengecek Gudang. Bahwasanya semua ini bukan hanya Kabupaten. OKU Timur saja tapi menyeluruh di Sumatra Selatan kelangkaan Pupuk,” jawabnya.

Dirinya, sudah mengingatkan dengan sungguh – sungguh, agar jangan sampai para petani mengalami kesulitan memperoleh pupuk.

“Sejak awal kami sudah mewanti-wanti ini, di akhir bulan November lalu,” terangnya singkat.

Sebelumnya, Agar tanaman padi pertumbuhannya tetap bagus dan diharapkan menghasilkan panen yang memuaskan, ditengah kelangkaan pupuk bersubsidi. Para petani di Kabupaten OKU Timur harus membeli pupuk non subsidi, yang harganya tergolong mahal, seperti yang diungkapkan oleh Wani salah satu petani di Kecamatan Madang Suku II, Kabupaten OKU Timur, Jumat (8/1).

Menurut Wani, saat ditemui dilokasi lahan sawahnya yang ada di Desa Pandan Agung, Kecamatan Madang Suku II, Mengatakan, bahwa akibat kelangkaan pupuk urea dan sp 36 yang bersubsidi, terpaksa keluarganya harus menganggarkan pengeluaran untuk perawatan padinya meningkat dari musim sebelumnya.

“Sebab akibat kesulitan mendapatkan pupuk urea dan sp 36 bersubsidi. Untuk memupuk padi dterpaksa harus menggunakan pupuk tak bersubsidi salah satunya pupuk phonska plus yang ukuran berat 25 kg persak dengan harga rp 185 ribu, meskipun harga ini termasuk mahal, namun apa boleh buat karena jadwal memupuk padi sudah tiba,” ucapnya.

Ditambahkanya, sebagai petani dirinya tak bisa berbuat banyak dan menerima harga yang ada saja dan tak mau ambil pusing. Hanya saja dirinya berharap panen kali ini padi tak banyak gangguan hama dan bagus, serta harganya diharapkan mampu membuat petani tersenyum.

“Sebagai petani saya hanya berharap hasil panen bagus, sehingga biaya termasuk pupuk dan lainya bisa kembali serta ada sisa kelebihan untuk kebutuhan hidup,” harapnya.

Seperti diketahui di masyarakat, untuk harga pupuk bersubsi sp 36 di toko sebelum ada kelangkaan harganya sebesar rp 160 ribu per 50 kg nya, sementara pupuk urea harga rp 110 ribuan per 50 kgnya.

Dalam satu kali musim, umumnya petani di Kabupaten OKU Timur melakukan pemupukan padi selama dua kali, yakni umur 7 samai 10 hari, dan waktu memupuk kedua saat umur padi tiga minggu sampai satu bulan.(apen)

Comment