by

Puluhan Hektar Sawah Gagal Panen, Enos Prihatin

SUMSEL.NEWS – OKU Timur – Seluas 60 hektar lahan sawah milik petani di Desa Kumpul Rejo, Kecamatan Buay Madang Timur mengalami gagal panen, akibat gangguan hama tikus dan amblas(tanaman padi turun dari permukaan). Mendapat informasi tersbut, Bupati OKU Timur langsung kunjungan dan berdiskusi dengan para petani yang mengalami gagal panen.


Saat bertemu para petani, Bupati memberikan semangat kepada masyarakat Desa Kumpul Rejo dan mengajak berdialog serta berdiskusi para petani yang mengalami gagal panen selama dua musim tersebut. Bupati bersama rombongan akan memberikan solusi atas masalah yang dialami petani.


Bupati OKU Timur H Lanosin, mengatakan sebagai pemimpin merasa bersalah apabila ada masyarakat yang mengalami bencanan gagal panen seperti ini. Untuk itu, tak ingin kejadian serupa dialami masyarakat Desa Kumpul Rejo lainnya.


“Saya yang paling berdosa kalau ini terus terjadi, bagaimana caranya akan saya carikan solusi supaya petani dapat panen seperti tempat lainnya,” ucapnya Bupati yang akrab disapa Enos.


Bupati menyebutkan, pihaknya secepatnya akan melakukan pemetaan daerah yang mengalami permasalahan gagal panen, baik akibat hama tikus ataupun hamal lainnya. Sehingga, langkah nyata dapat segera diambil pemerintah.
Termasuk permasalahan kesulitan mendapatkan pupuk, penambahan pupuk bersubsidi juga tidak akan mengatasi masalah. Namun perlu dicarikan solusi dengan menggunakan pupuk alternatif, yakni pupuk organik.


“Melalui program food estate dan bantuan pengelolaan tanah, akan menjadi desa percontohan,” sebutnya.


Enos merasa prihatin dengan adanya gagal panen akibat serangan hama tikus dan tanaman padi amblas yang menyerang tanaman padi puluhan petani di Desa Kumpul Rejo, Kecamatan Buay Madang Timur .

Keprihatinan Bupati Enos karena lahan yang mengalami gagal panen dari areal seluas 60 hektar, hanya ada 13 hektar yang sudah masuk dalam asuransi pertanian, sedangkan sisanya belum.


Untuk itu, Pemkab mendorong perluasan cakupan asuransi pertanian, Sehingga areal pertanian yang terdampak gagal panen ataupun bencana akan mendapat ganti rugi.


“Kedepan, asuransi akan diperluas lagi, saya harap petani dapat bersabar dengan adanya usaha dan kerjasama dengan pemerintah akan dapat menyelesaikan masalah ini,” ucapnya.


Sugiyo Petani di Desa Kumpul Rejo, menyebutkan, banyak kendala yang dialmai para petani. Salah satunya tidak kompaknya musim tanam. Untuk itu, diharapkan adanya pembinaan dari pemerintah daerah, agar musim tanam kompak.”Agak sulit untuk kompak, dan perlu pembinaan agar kompak kembali,” kata Sugiyo.
Sarlan, Petani lainnya di Desa Kumpul Rejo, menambahkan sudah dua kali musim tanam mengalami gagal panen dikarenakan serangan hama tikus. Adanya keterbatasan peralatan, sehingga pembasmian hama tikus kurang maksimal.


“Kami tidak panen karena adanya serangan hama tikus, tapi sebenarnya kalau hanya tikus kami bisa mengatasinya. Namun alat kami terbatas, dan kami minta bantua alas pembasmi tikus, kami pernah mencoba, dalam sehari dapat ribuan tikus, tapi besok paginya tanaman padi amblas,” ucapnya saat ditemui dilokasi diskusi dan dialog antara Pemkab OKU Timur dengan petani Kumpul Rejo.(apen)

Comment