by

Pelajar Ditahan Polisi Karena Tampar Pipi Adik Tingkatnya

Sumsel.news – OKU Timur – Satu pelajar  Madrasah Aliyah di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur ditangkap oleh polisi karena melakukan kekerasan terhadap adik tingkat satu sekolahnya , Minggu (25/10)

Pelaku berinisial MH Bin F umur 17 tahun, berstatus pelajar sekolah ditangkap di rumahnya di Desa Suka Jaya dusun III, Kecamatan Buay Rawan, OKU Selatan, dan saat ini ditahan di Mapolres OKU Timur

Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP I Putu Syurawan  SIK SH didampingi Kasubbag Humas AKP Hamdan Mahyudin membenarkan telah melakukan penagkapan terhadap laki laki MH BIN F dalam kasus tindak pidana kekerasan anak dibawah umur

“Korbannya bernama Ahmad Dimas Bin Asran Asrori (14) seorang pelajar, beralamat Dusun III Desa Gemiung , kecamatan Buay Pemaca Kabupaten OKU Selatan,” jelas AKP Hamdan Mahyudin selaku Kasubbag Humas Polres OKU Timur.                                 

Kejadian peristiwa kekerasan terhadap anak dibawah umur tersebut, terjadi pada hari Senin tanggal 14 September 2020 sekitar Pukul 13.30 WIB di tempat lokasi sekolah korban, disaksikan teman – teman korban pada saat setelah selesai makan siang dan dalam perjalanan menuju ruang kelas.

”Korban melihat ada  botol air minum mineral yang berada disampaing masjid tempat sekolah korban, oleh korban diambil  kemudian diminum bersama teman-temannya, air mineral yang diminum tersebut bukan milik korban maupun saksi tidak tau pemiliknya,”ungkap Hamdan.

Kemudian tidak lama dari minum sekitar Pukul 14.00 Wib korban dan temannya sedang melaksanakan latihan pidato datanglah pelaku menemui korban, pelaku langsung menampar pipi korban serta memukul kepala, dan memukul tangan kemudian  kaki korban menggunakan kayu.

Atas pemukulan tersangka terhadap korban, korban langsung  menyelamatkan diri dan berlari keluar dari dalam kelas, langsung melaporkan kejadian menimpanya ke pengurus  Pondok pesantren, namun dari laporan korban hingga laporan dibuat di Polres, Pengurus Pondok Pesantren  tidak ada penyelasaian  atas kejadian yang dialami korban tersebut sehingga  Korban melapor Ke Polres OKUT. 

“Barang bukti yang diamankan berupa satu helai baju kemeja lengan panjang warna putih dan satu helai celana dasar warna hijau. terhadap pelaku dan barang bukti  di bawa ke Polres OKUT untuk  proses penyidikan lebih  lanjut,” tutupnya.(apen/rilis)

Comment