by

Muncak Kabau Hadir Sebelum VOC Datang

SUMSEL.NEWS – OKU Timur – Desa Muncak Kabau, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja terletak di Kabupaten OKU Timur atau 184 KM dari Kota Palembang. Di Desa Muncak Kabau ini, saya berkesempatan melihat-lihat aktifitas masyarakatnya, melihat bekas Kantor Pemerintahan Marga Buay Pemuka Bangsa Raja.

Di Tahun  1965 sebelum meletus GS 30 PKI, sebelum bentuk pemerintahan desa hadir, masa pemerintahan masih menggunakan Marga Buay Pemuka Bangsa Raja, wilayah kekuasaan marga kini meliputi beberapa wilayah diantaranya sebagaian masuk ke Kecamatan Buay Madang Timur, Buay Madang, Buay Pemuka Peliung, Buay Pemuka Bangsa Raja dan  Madang Suku III.

Bangunan bekas Kantor Marga ukurannya kurang lebih lebar 20 meter dengan panjang 15 meter terbuat dari Kayu unglen, saat ini kondisinya rusak dan tak terawat baik di bagian atap, bagian pintu dan beberapa papan dindingnya sudah hilang.

Bangunan dengan bentu huruf U ini, dibagi menjadi dua ruangan bagian kanan kiri yang dulunya berfungsi sebagai kantor dan bagian tengah tempat pertemuan, rapat atau sidang yang dipimpin oleh seorang Pesirah sebagai Kepala Marga.

Tampak kini di bagian ruangan tengah yang dulunya sebagai ruang pesirah untuk memutus perkara kini telah dijadikan kandang sapi. Di kamar bagian kiri terdapat lemari yang sudah dimakan rayap terdapat berkas yang dimakan rayap dan tak terurus.

Di sebelah kiri dan seberang depan bekas bangunan Kantor Marga, terdapat bekas rumah Pesirah dan pernah menjadi tempat tinggal tentara belanda. Untuk rumah yang sebelah kiri kini sudah mulai rusak dimakan usia, namun yang dberada di seberang depan kondisinya masih terawat dan dihuni oleh dua keluarga, masih terdapat foto tentara belanda.

Pada tahun 2007 sempat dijadikan sebagai Kantor Camat Buay Pemuka Bangsa Raja, setahun kemudian pada 2008 karena kantor kecamatan yang sekarang selesai pembangunanya lalu tak lagi ada yang ditempati hingga sekarang. Kini hanya saat acara-acara remaja masih sering dilakukan di Halaman depan bekas kantor marga ini menggunakan tenda.

Kepala Dusun Muncak Kabau, Indra merasa prihatin dengan kondisi bangunan kantor marga yang kini kondisinya tak terurus mengharapkan pemerintah daerah untuk melakukan perehapan sehingga bisa digunakan tempat kegiatan karang taruna dan lembaga adat.

Setelah melihat kondisi kantor marga dan bekas rumah pesirah, lalu saya menemui seorang sesepuh desa yang memiliki pengetahuan mengenai perkembangan dari awal berdiri Desa Muncak Kabau sebelum kedatangan VOC hingga saat ini. Saya menemui sesepuh desa Abdul Wahab, kakek Wahab mendapatkan cerita yang diterimanya secara turun teumurun. Kakek Wahab sehari-hari aktifitasnya menyadap karet.

Mengawali ceritanya pria yang akrab disapa Akas Wahab ini, memulai dengan menunjukkan gerakan pencak silat asli Muncak Kabau  bernama tari rua gorpu (dua pisau) sering digunakan untuk menyabut pengantin putra dan penganti putri.

Saya sangat menikmati gerakan akas wahab sangat pasih memperlihatkan kelicahanya dalam menggerakan pencak silat, selama ini akas wahab dikenal sebagai guru pencak silat dan Pembawa Khutbah Jum’at di Masjid Taqwa Muncak Kabau yang berada di samping Bekas Kantor Marga.   

 Abdul Wahab mengatakan, silsilah asal mula Desa Muncak Kabau Buay Pemuka Bangsa Raja, awal pertama sebelum VOC  (Vereenigde Oostindische Compagnie)  tiba di Komering (Muncak Kabau)  dan sebelum ada pemerintahan pesirah. Muncak Kabau di perintah oleh adipati, namanya Adipati Nak Dalom, Adipati Nak Dalom dan keluarganya ini berasal dari Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Setelah VOC tiba di Desa Muncak Kabau, dipindahkan Dusun Muncak Kabau yang saat itu berada di seberang Sungai Komering ke lokasi Desa Muncak Kabau yang sekarang ini. Saat dipindahkan, pemerintah atau pemimpinya juga oleh Belanda ikut diganti bernama Pesirah Macan Negera.

Setelah Pesirah Macan Negara berhenti diganti Pesirah Tambu, setalah Pesirah Tambu meninggal diganti Pesirah Tuan Raja Ulangan,  Tuan Raja Ulangan meninggal duania diganti Pesirah Mangku Ari Silinggang. Pasirah Ari Silinggang diganti Pesirah Paku Marga.

 Zaman Paku Marga inilah Jepang tiba di Muncak Kabau sekitar tahun 1943, karena Jepang masuk maka pesirah langsung diganti Pesirah Muhammad Yasin, Muhammad Yasin diganti oleh Pesirah Cik Ali, Cik Ali berhenti diganti Pesirah Abu Hasan,

Pada tahun 1955 Pesirah Abu Hasan, diganti Pesirah Mas Supardan Raja Mangku Bumi, Raja Mangku Bumi diganti dengan Pesirah Muhammad Ali Kaer, diganti Pasirah Abu musa merupakan keturunan Adipati Nak dalom. Abu Musa masanya habis diganti oleh Lutfi Muhtar yang merupakan pembarob Desa Muncak Kabau menjadi Pesirah Buay Pemuka bangsa raja.

Setelah tahun 1977, Pemerintah Republik Indonesia meniadakan pemrintahan marga diganti dengan pemerintahan desa.

Pembangunan bangunan sekolah, musholla, Rumah Pesirah dan Kantor marga yang ada sekarang  di Muncak Kabau dibangun oleh Pesirah Muhammad yasin. apen saputra

Comment