Membangun Minat Baca Peserta Didik di Sekolah Dasar Melalui Pojok Literasi

Berita, Opini2352 Dilihat

Oleh Riza Kartika Eleuwarin Mahasiswa PGSD Universitas Sriwijaya

SEPERTI yang kita ketahui bahwa minat baca peserta didik di Indonesia masih sangat kurang dibandingkan dengan Negara-negara lainnya. Dengan adanya permasalahan tersebut, sudah seharusnya guru menanamkan minat membaca peserta didik dimulai dari jenjang sekolah dasar.


Sekolah juga sudah memfasilitasi peserta didik berupa perpustakaan, tetapi sangat jarang peserta didik membaca di perpustakaan. Salah satu faktor mengapa peserta didik kurang berminat membaca dikarenakan peserta didik lebih sering menggunakan handphone untuk bermain games, peserta didik kecanduan media sosial, dan lain sebagainya.


Di dalam benak peserta didik sudah tertanam bahwasannya membaca itu sangat membosankan, disinilah tantangan bagi guru untuk mengubah persepi peserta didik bahwa membaca itu menyenangkan bukan membosankan. Guru dapat mencari solusi untuk mengubah persepsi peserta didik tersebut. Seperti misalnya guru mengajak peserta didik bermain sambil membaca atau guru juga bisa mengadakan pojok literasi bagi peserta didik.


Pojok literasi merupakan gerakan yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan minat membaca peserta didiknya. Pojok literasi ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk membaca segala genre buku melalui stand atau tempat yang tersedia di setiap ruang kelas. Pojok literasi yang diletakan di dalam kelas, memberikan peserta didik akses membaca dengan mudah, dikarenakan peserta didik tidak perlu bersusah payah ke perpusatakaan. Buku-buku yang ada pun harus berbeda dengan buku yang ada di perpustakaan, dikarenakan agar peserta didik tidak bosan membaca buku yang itu-itu saja.


Selain itu pojok literasi juga dapat disandingkan dengan pohon literasi yang berguna untuk mencatat buku-buku apa saja yang sudah dibaca peserta didik. Dengan adanya pojok literasi dan pohon literasi akan membangkitkan semangat peserta didik dalam membaca.


Proses pembuatan pojok literasi ini biasanya dilakukan oleh guru dengan melibatkan peserta didik. Dengan melibatkan peserta didik dalam pembuatan pojok literasi ini dapat membuat peserta didik antusias akan hasil dari pojok literasi dan membangkitan peserta didik untuk membaca di pojok literasi.


Pelibatan peserta didik dalam pembuatan pojok literasi ini seperti penentuan posisi pojok literasi yang akan di buat di dalam kelas, membuat tulisan dan hiasan pada pojok literasi. Guru juga dapat mengajak peserta didik dalam proses pembuatan rak-rak buku. Dengan adanya keterlibatan peserta didik dalam pembuatan pojok literasi ini diharapkan dapat memunculkan rasa memiliki dan menjaga.


Adanya pojok literasi akan membuat peserta didik leluasa dalam membaca dikarenakan pojok literasi dapat dibaca kapan saja, baik itu ketika saat sebelum pembelajaran dimulai, ketika istirahat.


Membuat pojok literasi yang indah, rapi, dan banyaknya buku-buku bacaan dapat meningkatkan minat peserta didik dalam membaca. Peran guru disini ialah untuk membuat keindahan, kenyamanan, dan penambahan buku-buku pada pojok literasi agar terus berjalan agar peserta didik semangat untuk membaca.


Oleh karena itu, sebagai calon guru saya berharap dapat meningkatkan minat peserta didik melalui pojok literasi yang nyaman, aman, dan rapi. Dengan begitu peserta didik akan senantiasa membaca di pojok literasi.

Komentar