by

Mahasiwa STKIP Nurul Huda Ajarkan Solusi Meningkatkan Kesejahteran Rumah Tangga di Era Covid-19

SUMSEL.NEWS – Pendidikan – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nurul Huda memberikan pelatihan pembuatan makanan ringan  kepada warga Desa Tegal Sari, Kecamatan Belitang II, Selasa (9/8) kegiatan bagian dari program kerja pengabdian dibuat oleh mahasiswa saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pada KKN tahun ini, STKIP Nurul Huda Sukaraja, OKU Timur mengirimkan mahasiswanya di Desa Tegal Sari, Belitang II dengan nama Kelompok KKN PPDC 27. Selama menjalani KKN, mahasiswa diharuskan membuat program  benar-benar dibutuhkan masyarakat tempatnya ditugaskan.

Ketua Posko Kelompok KKN PPDC 27 STKIP Nurul Huda Amin Mu’arif, mengatakan miliki program peningkatan kesejahteraan rumah tangga  dengan menggerakan kaum Ibu PKK Desa Tegal Sari, bertujuan memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Kelompok ini, mendapat kesempatan untuk bersosialisasi tentang inovasi produk, mahasiswa STKIP Nurul Huda mencoba memaparkan produk berupa olahan makanan bernama Ati KW Krispi, berbahan dasar dari kacang hijau dan berformula bumbu – bumbu mudah di temukan di dapur ibu – ibu rumah tangga tentunya.

Amin menyebutkan, berangkat dari olahan makanan yang simple dan unik seperti ini tapi punya nilai ekonomis yang tinggi, maka dalam kondisi Pandemi yang mungkin para ibu – ibu rumah tangga terdampak penghasilannya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rumahan juga, mengisi waktu luang dan masih bisa mengerjakan kegiatan ibu rumah tangga lainnya.

“Adapun harapan kami ( Mahasiswa KKN ) walaupun kegiatan KKN di Desa Tegal Sari ini telah selesai nantinya, akan tetapi olahan tersebut masih dapat di teruskan oleh ibu – ibu rumah tangga dan sebagai kegiatan peninggalan dan dikembangkan,” sebutnya .

Dikarenakan dalam situasi Pandemi, maka pelatihan sesuai anjuran pemerintah desa tidak boleh terlalu berkerumun,  pelatihan diikuti 23 orang, terdiri dari 13 IRT dan 10 mahasiswa. apen

Comment