by

Mahasiswa Nurul Huda Bantu Pelajar yang Tak Siap Belajar Daring

SUMSEL.NEWS – Pendidikan – Masa pandemi banyak aktivitas yang berubah drastis, mulai bekerja dirumah dan belajar dilakukan di rumah juga secara daring. Kegiatan belajar mengajar online memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satunya masyarakat tidak siap untuk memberikan pengajaran kepada putra-putrinya.

Selain itu, guru yang seharusnya memberikan penjelasan secara  baik dan jelas tentang pelajaran terkadang hanya memberikan tugas, dan tidak dibarengi memberikan penjelasan  secara baik, membuat siswa kurang memahami maksud dari pelajaran dan tugas diberikan oleh guru.

Menurut Dian Asmarita, Ketua Kelompok KKN STKIP Nurul Huda, di Desa Sukaraja, Buay Madang, mengatakan banyak keluhan orang yang memiliki anak usia sekolah, sebab tidak semua orang tua mengetahui dan memahami materi yang diberikan guru, dan tidak semua orang tua memiliki budget (anggaran) membeli alat digital seperti Handphone android, dan membeli paket internet.

Kelompoknya  menemukan beberapa kesulitan dalam proses belajar darimng yang dialami siswa, disebabkan alat bantu belajar dan orang tua siswa yang kesulitan membimbing anaknya selama daring. Pihaknya berpesan para orang tua dan siswa tidak mengeluh dan merasa terbebani dengan belajar di rumah selama wabah.

“Saya berharap semua siswa bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dengan kondisi saat ini, Karena setiap anak berhak menerima pembelajaran yang memudahkan mereka memahami pelajaran dan tugas yang diajarkan oleh guru,” katanya Dian.

Disebutkannya, Pendampingan belajar dilaksanakan dirumah mahasiswa KKN dan secara daring melalui WhatsApp, adapun peserta siswa sekolah dasar dilingkungan tempat tinggal mahasiswa peserta KKN STKIPNH PPDC 39. Program ini membantu meringankan orang tua siswa kesulitan mendampingi belajar anaknya dimasa pandemi, Siswa dapat menanyakan materi, latihan soal serta tugas dan dapat meminta tolong dijelaskan materi yang kuran paham oleh Mahasiswa KKN. Selain materi pelajaran siswa-siswi juga diajari  dan karya seni.

“Pendampingan belajar anak SD dan SMP, secara daring dan luring, yaitu melalui grup chat WhatsApp maupun secara chat personal, untuk luring dilakukan pendampingan belajar secara langsung oleh peserta KKN,” sebut Mahasiswi Kelahiran Desa Mendayun, Madang Suku I ini.

Peserta pendampingan belajar berjumlah 12 anak, 11 siswa SD dan satu siswa SMP. Jadwalnya Senin sampai dengan Jumat pada pukul 09.00 – 12.00 WIB. Selama belajar secara luring, siswa diwajibkan memakai masker, mencuci tangan sebelum dan setelah masuk ruang pendampingan belajar, serta melakukan physical distancing. Ril/apen

Comment