by

Kelompok Tani Harus Aktif

SUMSEL.NEWS – OKU Timur – Terkait dengan keluhan petani sawah tadah hujan yang mengeluhkan kesulitan air saat menggarap lahan pertaniaanya dan berharap bantuan pemerintah. Kepala Dinas Pertanian OKU Timur meminta kelompok tani harus aktif dan tanggap terhadap kondisi permasalahan anggotanya dan melakukan pencarian solusi. Hal tersebut diungkapkan usai pembukaan pembekalan korporasi mendukung food estate di Balai Penyuluhan Pertanian Sumber Suko, Belitang.

“Jadi karena sekarang harus transparansi, maka apapun kebutuhan-kebutuhan petani harus melalui kelompoknya, makanya kelompok tani jangan hanya komen saja, tapi aktif apa kendala dilapangan mereka, apa kendala didalam melaksanakan usaha tani mereka, kebutuhan kita bisa mengajukan,” Kata Tubagus Sunarseno, selaku Kepala Dinas Pertanian OKU Timur. 

Menurutnya, semua permohonan yang masuk, bila ada pengajuan bantuan yang masuk melalui Koordinator Penyuluh. Maka akan ditindak lanjuti dan diambil dengan mempertimbangkan mana yang paling membutuhkan. Mengingat jumlah pengajuan kadang lebih banyak dari bantuan yang ada.

“Yang namanya mengajukan ini, kadang-kadang, permintaan seratus yang ada sepuluh sehingga memang perlu ada prioritas dan kita tidak akan membeda-bedakan (terhadap pengaju) setiap kebutuhan. Insyaallah perlahan-lahan akan kita penuhi,” ucapnya.

Di OKU Timur, memang tak semau lahan itu mendapatkan pengairan dari irigasi, namun juga ada lahan  sawah tadah hujan. Bila lahan irigasi tak ada permasalah, tapi lahan tadah hujan inilah sering kesulitan air saat musim kemarau. Demikian pihak Dinas Pertanian OKU Timur  sudah menyiapkan UPJA-UPJA (Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian).

“Di UPJA ini, banyak peralatan termasuk pompa. Silahkan itu (mengajukan) melalui UPJA-UPJAnya bagi petani yang mereka kesulitan dalam pengairannya. Yang penting (sawah) ada sumber airnya,” pungkasnya.apen

Comment