Buruh Sadap Karet Berharap Harga Getah Naik

OKU Timur390 Dilihat

SEMENDAWAI SUKU lll – Buruh sadap karet menjerit lantaran sudah berapa tahun ini harga karet tak kunjung naik, malah semakin turun. Sedangkan harga sembako seperti beras, minyak, gula, pertalite dan sebagai nya semakin hari semakin naik drastis.

          Dan ditambah pada tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, lantaran pohon karet yang mereka sadap sekarang tidak keluar getahnya. Bahkan saat disadap hanya netes lima sampai sepuluh tetes saja, dan bahkan ada yang hanya nyangkut di sendok tidak masuk dalam mangkok.

              Menurut Bun (45th) buruh sadap karet di Wilayah Alang-Alang, Kecamatan Semendawai Suku III, menyebutkan bahwa penyebab utama dari tidak keluar getahnya yaitu faktor pada musim. Mereka mengeluh hujan terus menerus tetapi malah pohon karet seperti musim kemarau, tidak keluar getahnya.

“Dapat dilihat gugurnya daun dalam satu tahun seharusnya hanya dua kali, tetapi beda dengan tahun ini yang daun karet bahkan bisa gugur sampai empat kali’, Sebutnya.

      Keluhnya yang dirasakan Pak Bun, dengan kondisi harga karet saat ini hanya Rp 6.700 per Kg dan getah tidak lancar membuat kebutuhan rumah tangga tidak tercukupi. “Jika terus begini tidak bisa berkata bagaimana nasib buruh sadap karet kedepannya,” keluhnya.

Sebagai buruh sadap karet Bun mengharapkan melalui media massa ini, pemerintah bisa memperhatikan nasib buruh sadap karet agar lebih baik kedepannya. “Dengan cara menaikan harga getah karet dan menurunkan harga sembako”, ungkapnya dengan wartawan Sumsel.news.

Anton

Komentar